Karawang, 6 Februari 2026 – Cahaya matahari pagi yang hangat menyambut kedatangan ribuan siswa di SMKN 1 Karawang pada Jumat (6/2). Alih-alih langsung menuju ruang kelas atau bengkel praktik, para siswa tampak membawa sajadah dan buku Yasin, bergerak tertib menuju lapangan utama sekolah.
Agenda rutin "Yasinan Jumat Pagi" kembali digelar sebagai pilar utama dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi muda di sekolah kejuruan tersebut.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa kelas X hingga XII, tenaga pendidik, hingga staf kependidikan. Suasana lapangan yang biasanya penuh dengan aktivitas fisik, seketika berubah menjadi syahdu saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai bergema, memecah kesibukan pagi di kawasan pendidikan.

Keseimbangan Antara Keterampilan dan Hati
Pihak manajemen SMKN 1 Karawang menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengisi waktu luang.
Di tengah tuntutan kurikulum vokasi yang sangat fokus pada penguasaan teknologi dan hardskill, sekolah merasa perlu memberikan ruang bagi pembinaan mental. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa lulusan SMKN 1 Karawang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.
"Kami ingin para siswa memiliki keseimbangan. Jika di bengkel mereka melatih tangan dan logika, maka di lapangan ini setiap Jumat pagi, mereka melatih hati dan jiwa. Karakter yang kuat adalah modal utama saat mereka terjun ke dunia industri nanti," ujar salah satu perwakilan guru di sela-sela kegiatan.

Alur kegiatan yang Khidmat
Prosesi yasinan ini berlangsung dengan sangat teratur. Dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam dan pengurus OSIS bagian kerohanian (Rohis), rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul, diikuti pembacaan Surat Yasin secara berjamaah, dan ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan untuk keselamatan keluarga besar sekolah, kelancaran proses belajar, hingga kemudahan bagi siswa tingkat akhir yang akan menghadapi uji kompetensi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang literasi religi. Setelah pembacaan doa, biasanya disisipkan pesan singkat atau kultum mengenai etika kerja, kejujuran, dan pentingnya menghormati orang tua serta guru—nilai-nilai yang sangat relevan bagi calon tenaga kerja profesional.

Respon positif dari Siswa
Salah seorang siswa kelas XII mengungkapkan bahwa rutinitas ini memberikan ketenangan tersendiri di tengah padatnya jadwal praktik dan tugas akhir. Menurutnya, memulai hari dengan berdoa bersama memberikan suntikan semangat dan rasa tenang sebelum menghadapi mesin-mesin berat di bengkel.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 07.45 WIB. Dengan tertib, para siswa melipat kembali sajadah mereka dan bergegas menuju kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Melalui tradisi Jumat pagi ini, SMKN 1 Karawang membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan tetap religius di tengah arus modernisasi.